Senin, 25 Agustus 2008

RUMPUT LAUT

RUMPUT LAUT DI DESA JUNGUT BATU, PULAU LEMBONGAN, NUSA PENIDA - KLUNGKUNG - BALI.
Pengembangan Jenis Rumput Laut Eucheuma Cattoni
oleh I Made Kariada


Masyarakat Desa Jungutbatu sebagian besar menggantungkan hidupnya dari rumputlaut, ceritanya pada tahun 1980-an datang pengembang dari jawa yang menawarkan pembudidayaan rumput laut di desa lembongan, bersyukur pada waktu itu dapat diterima oleh masyarakat.. setelah 1 bulan berkembang di cobalah di desa jungut batu yang satu pulau dengan desa lembongan (Desa lembongan dan Desa Jungut Batu bagai Pinang di Belah Dua), ternyata perkembangannya sangat bagus boleh dibilang sangat subur, pengembang itu juga membeli hasil panen dari petani hingga lama kelamaan masyarakat setempat ada yang menjadi pengepul atau pembeli langsung. Setelah adanya rumput laut tersebut perekonomian masyarakat mulai berkembang pesat, pembangunan mulai nampak dari rumah2 penduduk yang dulunya terbuat dari tanah hingga menjadi rumah beton yang kelihatannya begitu kokoh. masyarakat mulai memperhatikan pendidikan, gizi, transportasi sampai pada trend perkembangan jaman.
perubahan iklim terjadi dimana kemarau berkepanjangan... pemanasan global mulai dirasakan, seperti layaknya manusia mulai kepanasan, sehingga rumputlautpun mengalami penurunan kualitas, pertumbuhannya mulai tidak subur lagi itu terjadi hampir 3 tahun di desa jungut batu, kalau tidak salah terjadi dari tahun 2001 - tahun 2003, saya merasa sedih waktu itu karena penghasilan masyarakat sangat rendah sampai saya harus putus kuliah karena tidak ada biaya lagi. saya selalu berfikir apa yang saya bisa lakukan untuk tanah kelahiran saya.
pada akhirnya saya bertemu teman yang membantu. saya sering bercerita tentang potensi rumputlaut terhadap perekonomian masyarakat di desa saya, sehingga suatu saat dia mau membantu dengan seorang teman baik kita juga, kami mencoba menjadi pengembang dan menjadi pembeli rumputlaut dengan jaringan yang dia punya. sehingga dari perbincangan kami ber tiga akhirnya kita mengambil keputusan untuk melanjutkan proyek tersebut. waktu itu saya sangat fokus pada pengembangan seperti sistem tanam, pembibitan, kemungkinan adanya varietas baru yang bisa tumbuh pada kondisi tahun tersebut. singkat cerita kita mulai mencari literatur tentang budidaya rumputlaut sampai akhirnya kita ke Batam untuk melihat sistem dan perkembangan di sana, karena kebetulan jaringan kita lagi mengembangkan rumputlaut disana.
datang dari batam kami pun melihat varietas baru yang ditanam di desa kutuh Nusa Dua - Bali, disana kami cukup terkesan melihat perkembangan rumput laut disana, ternyata disana ada rumputlaut jenis cattoni kalau menurut saya merupakan varietas baru.. karena cukup tahan dengan kondisi cuaca seperti waktu itu. akhirnya kami membeli bibit disana kurang lebih 100 kilo dan kami coba tanam di lahan bapak saya, dari hasil perawatan saya mulai nampak perkembangan yang cukup menggembirakan, walaupun waktu itu banyak cibiran yang bilang "ahh.. itu tidak akan mau tumbuh karena sudah pernah ditanam dan gagal" dari berbagai cibiran tersebut saya lebih bersemangat untuk membuktikan, selama 2 minggu dengan mencoba diberbagai tempat akhirnya teori yang saya pelajari dari buku dan dari hasil observasi langsung memperlihatkan hasil yang cukup membuat saya senang.
setelah 4 minggu mulai menampakkan hasil yang bagus, sehingga saya mulai mencari rumput laut jenis itu..ehhh ternyata di Nusa Penida rumputlaut varietas tersebut lagi dikembangkan dan kami pun mulai membeli bibit disana dari hasil kerja keras tersebut akhirnya saya bisa membuktikan bahwa jenis rumputlaut itu bisa hidup dengan baik. akhirnya banyak masyarakat yang tercengang dengan hasilnya. melihat cara masyarakat bertani saya punya KEKAWATIRAN bahwa itu tidak akan bertahan lama, karena saya melihat emosional yang cukup tinggi karena melihat hasil tersebut sehingga tidak memperhatikan hal - hal yang membuat rumputlaut tumbuh subur seperti perusakan terumbu karang, perawatan setelah penanaman, sistem tanam yang tidak pernah berubah dll. setelah melihat perkembangan tersebut akhirnya saya mulai ke Denpasar karena kami tidak bisa bersaing dengan pembeli disana, pada waktu itu baru kami tahu bisnis disana layaknya pasar bebas kami di boom harga sehingga kami tidak bisa berbuat apa. pada waktu itu saya cukup shock menerima kenyataan seperti itu, akhirnya teman saya menenangkan saya dia bilang "itu sudah mekanisme pasar siapa yang kuat dia yang menang, anggap itu sebagai pelajaran dan pengetahuan" sebenarnya waktu itu cukup malu... akhirnya kita menganggap bahwa itu adalah pengetahuan yang paling berharga dalam hidup. pada tahun 2004 akhirnya saya kembli ke Denpasar tetapi saya terus memantau perkembangan rumput laut disana. pada akhirnya kekawatiran saya terjawab tidak lebih dari 1,5 tahun hasil panen mulai menurun dan pada tahun 2007 rumputlaut tersebut hilang dari peredarannya alias mati total sampai saat ini hanya beberapa lokasi saja yang masih berkembang. saya hanya bisa gigit jari, bengong, sedih, haru...
Pasti Pertanyaannya kenapa tidak pulang saja ngembangin lagi..?
Jawabannya nanti ya...soalnya panjang sekali kalau diceritakan...


EUCHEUMA CATTONI
Rumputlaut jenis ini yang dipakai untuk segala keperluan industri, merupakan produk eksport yang kebutuhannya cukup besar terutama pada negara negara maju.
harganya mencapai 15.000/kg
Rumputlaut ini memang rentan terhadap hama laut, pembudidayaannya juga harus extra perawatan.
Rumput laut ini bisanya juga utk bahan kecantikan, makanan, minuman dan kebutuhan pengental pada industri-industri besar



Eucheuma Cattoni : proses pembudidayaannya, lagi panen tuhh...







Eucheuma Cattoni : yang sudah kering, siap untuk dijual... klo mau dipakai makanan/es/manisan/dodol dan sebagainya juga bisa..
Harganya bersih Rp. 15.000/kg
Eucheuma Spinosum
Rumput laut ini juga untuk bahan industri rumah tangga seperti : makanan, bisa juga dipakai untuk kue / es rumputlaut
harganya bersih Rp. 2.500/kg






"Rumput laut jenis Glacilaria"
Biasanya rumput laut ini enak di pakai kue "Agar Agar" karena mudah mengolahnya, jenis ini tidak dibudidayakan karena ukurannya sangat kecil dan sedikit dibutuhkan, pertumbuhannya musiman.
rumputlaut ini sudah kering, sudah diputihkan dan siap dipakai kue agar agar yang lezat.
1 gulung harganya 10.000, kuenya cukup untuk 20 orang




Ada juga jenis Glacilaria yang biasanya dipakai untuk sayur urab/urap rumput laut, harganya 10.000/kg, bentuknya lebih besar lagi sedikit dengan glacilaria diatas.

1 komentar:

kariada mengatakan...

BAHAYA SMS

Seorang wanita telah mengubah kebiasaannya dalam pencantuman nama di handphone setelah tasnya dicopet orang. tas tersebut berisi HP,credit card,dompet, dsb... dicuri orang. 20 menit kemudian ketika dia menelpon suaminya untuk memberitahu apa yg terjadi, suaminya berkata,"Aku baru aja terima SMS kamu, nanya nomor pin. Baru aja aku balas." Ketika mereka melaporkan ke bank, staff bank memberitahukan bahwa uang mereka telah ditarik lewat ATM. Pencuri tersebut telah menggunakan HP untuk meng-sms "suami" dan mendapatkan nomor pin. Dalam waktu 20 menit dia berhasil menarik semua uang yang ada dalam rekening bank.

Jadi ingat, jangan memperlihatkan hubungan anda dengan orang2 yg ada dalam phonebook HP anda. Hindari penggunaan nama Rumah, Home, Sayang, Suami, Cinta, Ibu, Ayah, dsb... dan yang paling penting, ketika informasi yg sangat penting diminta lewat SMS, konfirmasi dengan menelepon balik.

Jangan mudah memberikan info tersebut hanya karena yg meminta adalah pasangan/keluarga lewat SMS. Ingat bahwa selalu ada kemungkinan HP tersebut dicuri / berada di tangan orang lain